DESA NGASINAN KEC.SUSUKAN KAB. SEMARANG

: Jl. Kemetir no.59 Desa Ngasinan Kecamatan Susukan Kab Semarang 5077 | : 081575374372 | : ngasinansusukan@gmail.com

Di Desa Ngasinan Kecamatan Susukan Kab Semarang tepatnya di Dusun Gumul Rt 02 Rw 04 pada hari kamis tgl 6 April 2017 jam 17.00 WIB telah terjadi sebuah bencana dengan sekala kecil yaitu jembatan kali mugur ambrol akibat di guyur hujan deras beberapa hari, akibat ambrolnya jembatan mugur tersebut aktifitas warga di dua desa lumpuh total, pasalnya jembatan itu adalah penghubung antar desa, yaitu Desa Ngasinan Kec Susukan dan Desa Medayu Kec Suruh. Jembatan itu  juga sangat vital, selain untuk penghubung antar desa juga merupakan akses pertanian dan juga akses jalan anak sekolah SMP Al-Islam, MI, TK dan PAUD.  Maka dengan ambolnya jembatan mugur tersebut  semua siswa- siswi harus berjalan memutar yang biasanya hanya di tempuh dengan jarak 700m menjadi 2km untuk menuju ke sekolahan tersebut. Sehingga yang biasanya bisa di tempuh dengan berjalan kaki maka harus di antar oleh orang tua masing-masing sehingga akan menambah kos keluarga.

 Dengan kejadian ambrolnya jembatan mugur ini beliau Bpk Kades Ngasinan Habib Sudarmono sudah melaporkan bencanan ambrolnya jembatan mugur kepada BPBD dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan kepada pihak-pihak terkait agar jembatn nyang ambrol tersebut bisa segera di bangun kembali, paska ambrolnya jembatan ini dari pihak-pihak terkait sudah meninjau langsung ke lokasi, serta koordinasi dengan pihak Kab Semarang. Masalah bencana memang harus segera di tangani secara periodik dan memerlukan pembahasan yang sangat komprehersif dan multi dimensi, pemikiran terhadap penanggulangan bencana harus di pahami dan di implementasikan oleh semua pihak dengan membangun sistem Nasional penanggulangan bencana antara lain Legislasi Kelembagaan dan pendanaan. Jembatan sungai mugur itu dulu di bangun dari dana bantuan Pemerintah Daerah sebesar 5 juta selebihnya dana yang dapat dari swadaya masyarakat dua Dusun yaitu Dusun Gumul dan Tanjungsari. Dengan ambrolnya jembatan tersebut di perkirakan kerugian mencapai 150 juta.

Kami berharap pihak pemerintah segera mengambil tindakan, mengingat jembatan tersebut adalah jalur terdekat untuk akses dua wilayah, sehingga jika tidak segera di tanggulangi akan mEmbahayakan warga, terutama anak-anak sekolah yang harus menyebrang atau menuruni sungai untuk menyebrangi sungai mugur tersebut,  juga berdampak menghambat roda perekonomian masyarakat di dua wilayah yaitu Desa Ngasinan dan Desa Medayu

ALBUM